NEOLIBERALISME VS KEMANDIRIAN BANGSA (1)

Author: admin  //  Category: Berita, Seputar Bandung, Seputar Bandung Barat

Yesterday at 9:37am

Di tulis Oleh : Pak Edi Siswadi

Seandainya SBY tidak menggandeng Boediono sebagai cawapresnya,boleh jadi para elit politik, tidak pernah akan mempersoalkan mengenai sebuah faham ekonomi yang disebut dengan neoliberalisme.Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi saya mengapa faham ekonomi ini harus dikhawatirkan? padahal kalau kita perahatikan, ketika Boediono menjabat Menteri Keuangan di era-pemerintahan Megawati,terlihat jelas bahwa ia telah mencitrakan pendukung neoliberalisme,yang antara lain memperpanjang hubungan Indonesia dengan IMF, melalui “Post Program Monitoring” (PPM),yang menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap perpindahan aset negara ke swasta,yang dilakukan melalui program privatisasi.Program pritvatisasi di era Megawati,justru membuat negara banyak kehilangan aset yang sangat strategis seperti;PT Telkom,Indosat dan beberapa bank nasional beralih kepemilikan sahamnya,dimana enam dari sepuluh bank nasional kini dikuasai asing.
Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa para elit politik baru mempersoalakannya sekarang? padahal faktanya, justru pada saat pemerintahan Megawatilah konsep ekonomi neoliberal itu,telah dilaksanakan. Lantas kemudian saya bertanya pula,bagaimana dengan JK dan Mega menskenariokan konsep ekonominya untuk Indonesia ke depan? akhirnya kita bisa mengetahui, bahwa Pilpres kali ini, ternyata akan merupakan pertarungan faham ekonomi dan pergulatan kepentingan, tidak saja politik ekonomi nasional, melainkan kepentingan politik ekonomi global, dalam konteks liberalisasi perdagangan (free trade).Pilpres kali ini pun, tidak saja menyuguhkan pertarungan seru sebuah permainan kekuasaan (power play) atara SBY,JK dan Mega, tapi akan menjadi anjang pertarungan faham dan kekuatan politik ekonomi, baik dalam skala nasional maupun dalam konteks global.

Pertarungan faham ekonomi

Faham ekonomi yang akan diusung masing-masing capres, terungkap dalam visi dan misi sekaligus plat-form ekonominya,yang pada gilirannya akan menjadi pertaruhan bangsa ke depan.Setidaknya ada tiga(3)skenario besar yang akan diusung oleh para capres dan kemudian akan menjadi fondasi kebijakan bangsa ke depan,yaitu:Pertama,SBY-Bo

ediono(SBY-Berbudi) merepresentasikan keterikatan kuat dengan pro-ekonomi pasar, yang kapitalistik-liberal,Kedua: JK-Wiranto(JK-Win) mengusung semangat nasionalisme yang berbasis kemadirian dan kekuatan seluruh potensi bangsa dan ketiga;Mega-Prabowo(Mega-Pro) membangun plat-form ekonominya berbasis kerakyatan(wong-cilik) dan bertumpu pada kekuatan bangsa sendiri serta berorientasi kekeluargaan.
Jika dikerucutkan lagi, maka pertarungan politik ekonomi antar capres itu, hanya akan menyisakan dua kutub pertarungan, yaitu disatu sisi mewakili kutub faham liberal-kapitalistik (neoliberalisme) yang berorientasi pembangunan ekonomi yang digerakan oleh kekuatan ekonomi pasar dan sangat tergantung pada kekuatan asing terutama IMF dan World Bank, dan kedua faham nasionalisme dan kemadirian bangsa yang berorientasi ekonomi kekeluargaan dan pemberdayaan seluruh potensi bangsa, serta terlepas dari ketergantungan asing.
Istilah Neoliberalisasi sering diidentikan dengan konsesnsus Washington,karean memang pemerintah Amerika Serikat,Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia,yang semuanya berbasis di Washsington DC,adalah pendukung kuat doktrin-doktrin pasar bebas yang dikaitkan dengan para ekonom liberal abad ke-18 dan 19 seperti Adam Smith dan David Ricardo.Dalam tingkat implementatif,rekomendasi Washingtong ini memiliki tiga komponen utama,yaitu: pertama:menaikan peran pasar (melebihi peran pemerintah) dalam pengelolaan ekonomi dan mediasi arus barang dan modal(melalui penghapusan bantuan dan patokan harga,perdagangan bebas,nilai tukar yang ditentukan pasar,fokus ketat dalam pengeluaran publik pada berbagai target pembangunan nasional). Kedua:meningkatkan peran dan lingkup serta hak milik sektor swasta(melalui transfer aset dari sektor publik ke sektor swasta-swastanisasi,deregulasi pasar,angka bunga ditentukan pasar dan liberalisasi pasar modal,Ketiga:menggembor-gemborkan ide ekonomi yang kuat melalui anggaran berimbang,fleksibilitas tenaga kerja,inflasi rendah dll(Chang dan Grabel:2008).
Pendukung faham neoliberal yang dimulai pada tahun 1980an terus berkembang hingga kini dan telah mendapatkan keuntungan yang berlimpah.Sayangnya, keuntungan ini hanya dinikamati oleh negara-negara industri maju saja, karena memang mereka mengendalikan berbagai instrumen untuk melakukan perdagangan bebasnya seperti:PBB,World Bank,IMF,WTO ditambah dengan beroperasinya perusahan multinasional yang mengelola sumberdaya alam di negara berkembang seperti;migas,pertambangan dan energi,belum lagi mereka menguasai bahkan memonopoli penguasaan teknologi,informasi,finansial,regulasi internasional dan bahkan harga pun lebih cenderung selalu menguntunkan mereka.
Secara ekonomi,kita masuk dalam neoimperialisme yang polanya memang berbeda dengan imperialisme-konvensional masa lalu, tapi dampaknya tidak kalah dahsyat dibandingkan masa itu. Sementara negara berkembang,seperti misalnya Indonesia,akan terus semakin bergantung kepada bantuan negara-negara maju, karena memang sudah terperangkap dalam tata aturan yang telah mereka gariskan, seperti misalnya;pengurangan defisit anggaran dan tekanan inflasi,persaingan pasar,efesiensi,menggairahkan fihak swasta serta investasi asing dan domestik.
Karakter neoliberalisasi dalam konteks perdagangan bebas, memang tidak ada bedanya dengan neoimperialisme, hanya pengemasannya yang begitu halus saja sehingga kita tidak pernah merasa terjajah,karena dengan mengatasnamakn kampium demokrasi dan ham, sejumlah regulasi dalam berbagai aspek;ekonomi,politik dan hukum juga administrasi pemerintahan, di semua negara yang dikendalikan dalam paham neoliberalisme, akan mengintegrasikan pemerintah dan swasta dalam komunitas global,sehingga mendorong penggabungan norma-norma manajeman dan administrasi pemerintahan dengan praktek bisnis global.

Kegagalan neoliberalisme

Pengalaman menunjukan, bahwa neoliberalisme ternyata tidak membuat negara berkembang bertumbuh secara ekonomi, bahkan boleh dikatakan telah gagal, hal ini sebagaimana diakui oleh ahli ekonomi Universitas Harvard,Dany Rodrik (2002) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 1990an,sebenarnya tidak terjadi pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang digembar gemborkan oleh para pendukung neoliberal, karena yang terjadi sekarang adalah terciptanya pembangunan yang menciptakan ketergantungan (development of underdevelopment).
Kondisi demikian, merupakan bukti kuat yang menunjukan kegagalan neoliberlisme.Selama periode neoliberal,ekonomi Amerika Latin sebenarnya telah berhenti tumbuh,sementara Afrika sub-Sahara mengalami pertumbuhan negatif dan negara-negara bekas komunis runtuh begitu saja.Ringkasnya, selama ekonomi neoliberal tahun 1980-2000an,nasib negara-negara berkembang lebih buruk dibandingkan dua dekade sebelumnya.
Oleh karena itulah, semua negara nampaknya tidak mungkin melaksanakan konsep neoliberal yang mendadak sontak sangat populer menjelang pemilihan presiden saat sekarang ini.Bahkan Amerika sendiri, sebenarnya tidak murni neoliberal tapi sudah campuran (mix), apalagi Indonesia,karena memang masih ada campur tangan atau intervensi negara masih banyak seperti adanya BUMN,dan beberapa sektor ekonomi dan aset yang strategis masih tetap dikuasai negara.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Indonesia yang memiliki kekayaan SDA yang sangat berlimpah, akan menjadi negara yang gagal bertumbuh? bahkan mengikuti skenario negara industri maju melalui pranata internasionalnya seperti IMF dan World Bank,sehingga terjebak dengan perangkap utang (debt trap)?atau sebaliknya, mampu melepaskan dari ketergantungan itu dan kembali membangun bangsa dengan kemampuan dan kekuatan sendiri sehingga menjadi bangsa yang madiri.
Untuk mewujudkan harapan agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, sudah saatnya dan tidak perlu malu-malu kita melihat contoh dan belajar pembangunan ekonomi seperti yang dipertontonkan Korea Selatan,Cina dan Malaysia,atau bahkan seperti Venezuela yang melakukan nasionalisasi sejumlah perusahan multinasional/asing.Mereka berhasil keluar dari fakta neoliberalisasi terutama cengkraman IMF.Apakah kita bisa seperti mereka?metinya kita bisa,tapi sebaiknya kita tunggu saja hasil pilpres nanti.

PETA PERSAINGAN PARA CALON PRESIDEN

Author: admin  //  Category: Berita, Buku harian, Celoteh, Seputar Bandung, Seputar Bandung Barat

Tulisan ini di tulis oleh : Bapak Edi Siswadi (Sekda Kota Bandung)

Yesterday at 5:34pm

Kita sudah dapat memastikan bahwa, akan ada tiga pasangan capres dan cawapres yang akan bersaing dan siap berlaga dalam pemilihan Presiden 8 juli yang akan datang.Kepastian itu datang ketika tiga pasang capres dan cawapres tersebut, secara administratif telah selesai mendaftarkan ke KPU,yaitu pertama pasangan SBY-Boediono dengan slogan SBY-Berbudi,kedua Megawati-Prabowo dengan slogan Mega-Pro dan ketiga Jusuf Kalla-Wiranto dengan slogan JK-Win.

Ketiga Capres dan cawapres,semuanya muka-muka lama dalam pemerintahan dan bukanlah orang-orang yang baru dalam struktur pemerintahan,kecuali Prabowo yang memangku jabatan terakhir sebagai Pangkostrad, belum pernah duduk di jajaran eksekutif-pemerintahan.SBY adalah Preisden(incumbent),Mega mantan Presiden dan Kalla adalah wapres.Sedangkan Boediono yang terakhir menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia(BI),adalah mantan menteri keuangan pada masa pemerintahan Megawati.

Berbagai prediksi sekaligus spekulasi tentang peluang para calon presiden RI 2009-2014,kini bermunculan diberbagai media, baik media masa maupun elektronika.Prediksi itu, pada umumnya didasarkan atas sejumlah data dan indikator seperti misalnya hasil raihan suara pemilu legislatif tanggal 9 April,tingkat elektabilitas calon dan peta kekuatan dukungan yang pada umumnya merepresentasikan kekuatan kultur(jawa-luar jawa),politik aliran yang pada umunya menggambarkan kekuatan dukungan kelompok agama dan religius serta dukungan kelompok nasionalis-kebangsaan.Apabila ukurannya didasarkan pada penelitan R William Liddle dan Saeful Mujani(1999), yang menyatakan bahwa,budaya politik yang menjadi alasan voter memilih parpol antara lain ditentukan oleh faktor;1.Keyakinan keagamaan dan afiliasi politik,2.Etnik dan loyalitas kedaerahan,3.Kelas sosial/kepentingan ekonomi,4.Pertemanan dengan pemimpin partai nasional,5.Kepatuhan pada petuah pemimpin lokal atau patron,6.Retrospeksi evaluasi tampilan atau concern parpol,dan 7.Partisan parpol.

Kemenangan Matematis
Kita bisa melihat peta kukuatan ketiga pasangan itu dari hasil pemilu legislatif yaitu;pertama SBY-Berbudi dengan partai pendukung sebanyak 23 partai,meraih total suara 60.614.515(58,23%) dan total kursi DPR 314(56,07%), kedua;Mega Pro dengan partai pendukung 9 meraih total suara 21.015.966(20,19%) dan total kursi DPR 121(21,61%),ketiga;JK-Win didukung oleh 3 partai dengan total suara 20.488.220(19,69%) dan total kursi DPR 125(22,32%).Apabila asumsi kekuatan dukungan tidak mengalami perubahan hingga Pilpres nanti,tentu SBY Berbudi secara matematis akan meraih kemengana dengan mudah dan hanya perlu satu putaran saja, guna memenangkan pemelihan presiden 2009-2014.

Persoalannya adalah, politik itu dinamis dan perubahannya pun bergerak dengan cepat, bahkan hitungannya bisa dalam ukuran detik. Meminjam istilah SBY, bahwa dalam politik segala sesuatu bisa saja terjadi-“everything can happen”. Dengan demikian, SBY Berbudi belum tentu menang secara telak, dan Mega-Pro juga JK-Win kalah dengan mudah.Apalagi adanya kontroversi pemilihan Boediono sebagai pasangan SBY,telah menimbulakan ketidakpuasan partai pendukung juga kelompok nasionalis yang populis, menentang piliahan SBY tersebubut,karena menganggap Boediono sebagai representasi ideologi neoliberal dan kepentingan asing.Kontroversi ini, apabila menjadi bola salju yang terus menggelinding, dan tidak hanya menjadi wacana elit, tapi lantas kemudian ditangapi pula oleh “grass-root”, sehingga pada gilirannya menjadi sinyal terjadinya penolakan masyarakat,tentu akan menyulitkan posisi SBY, bahkan bisa men-“down-grade” tingkat elektabilitas SBY dengan angka yang cukup signifikan.Tapi menurut hemat saya,gerakan penolakan ini hanya terjadi dikalangan elit saja dan tidak menggambarkan penolakan masyarakat secara umum.

Apa yang terjadi dalam pemilihan legislatif,ternyata tidak akan hampir secara otomatis terjadi pula dalam pemilihan presiden nanti,artinya kemenangan partai Demokrat dari Golkar dan PDI-P,tidak bisa dijadikan ukuran menjadi kemengan SBY terhadap JK dan Mega.Apalagi dalam pilpres nanti diperkirakan akan terjadi penambahan sekitar 15-20% Daftar Pemilih Tetap(DPT) yang berasal dari hasil pemutakhiran data yang dilakukan KPU.Angka ini bisa saja bertambah ketika KPU berhasil mereduksi angka suara yang tidak sah dari 10,21 % menjadi hanya 5 % dengan melakukan sosialisasi yang masif kepada seluruh warga, juga bisa menekan angka golput dari 29 % menjadi maksimal hanya 20%.

Dari kalkulasi angka di atas, masih akan ada suara mengambang (swing-voters)dan belum menentukan pilihan politiknya sebesar 50,7 jutaan lagi ditambah dengan perkiraan sebanyak 60% dari 104.099.785 juta suara sah, yang pada umumnya masih pikir-pikir untuk menjatuhkan pilihan politiknya dalam pilpres nanti,karena memang “strong supporters” itu, biasanya hanya berkisar 30-40% saja, artinya apabila hari ini terjadi pemilihan presiden, ia akan melakukan pilihannya dan tidak akan berubah bila pelaksanaanya dilakukan bulan depan atau bahkan tahun depannya sekali pun.Dari angka ini, secra matematis masih ada sekitar 100 juta an lebih suara rakyat yang masih belum menetukan sikap politiknya, atau masih pikir-pikir dan baru menentukan pilihan politiknya di 5 menit terakhir.Dengan demikian, semua calon presiden masih berpeluang menang dan bisa saja kalah,bahkan SBY sekalipun, yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi diatara calon presiden,juga bisa saja kalah, apabila ia dan tim kampanyenya lengah dan telah merasa memenagkan Pilpres, karena memang suara Partai Demokrat dalam pemilu legislatif yang baru lalu meraih suara terbanyak.

Artinya, setiap calon masih berpeluang untuk meraih tambahan suara dan merubah peta dukungan yang cukup signifikan.Perubahan peta dukungan ini, akan sangat tergantung kemampuan tim Kampanye masing-masing capres untuk membangun “building-image” yang masif serta meng“up-grade” dukungan publik.Tentu dana pun sangat berpengaruh dalam memenangkan persaingan ini, semakin banyak dana, semakin leluasa melakukan kampanye dari mulai kampanye “door to door” hingga kampanye terbuka,dan biaya iklan politik serta dukungan operasional tim sukses dan para saksi. Dalam prakteknya, seringkali para kandidat ini menggunakan tim kampanye yang tidak terstruktur(tim siluman)yang sulit diditeksi oleh panwaslu ketika terjadi sejumlah pelanggaran.
Dalam tim siluman, yang bekerja secara undercover ini,justru bisa menghimpun dana dalam jumlah yang sangat besar, melakukan kampanye hitam,mencuri start kampanye, bahkan bisa melakukan serangan fajar. Apabila ini dikemas secara canggih oleh apara kandidat, boleh jadi yang akan menang itu, adalah yang melakukan secara cepat dan diterima langsung olah masyarakat,itu yang berpeluang jadi presiden nanti.

Jika parameternya politik matematis dan kinerja pemerintahan yang dibangun oleh SBY selama ini,memang peluang SBY masih lebih kuat dibanding Megawati dan Jusuf kalla.Kalaupun SBY harus “head to head” dengan masing-masing tokoh ini,peluang untuk menang menjadi lebih besar lagi.Peluang SBY lebih besar bukan karena dia “looks presidential”,tapi juga pemerintahannya sekarang, tidak terlalu dinilai jelek.Walaupun belum setinggi yang diharapkan,ekonomi sekarang tumbuh lebih baik dari sebelumnya.Kondisi politik dan keamanan jauh lebih stabil seta kinerja pemerintahan SBY belum serendah yang diharapkan lawan politiknya.Jadi ruang tembak untuk mengatakan SBY gagal membangun pemerintahan yang efektif sangat mudah untuk dipatahkan.

Loyalitas Kedaerahan.
Namun jika parameter etnik dan loyalitas kedaerahan, juga keterwakilan kekuatan politik aliran, serta kekuatan sipil dan militer,dan dukungan dana yang kuat, maka janganlah memandang enteng JK-Wiranto demikian juga Mega-Pro.JK-Win yang memenuhi unsur-unsur di atas,terutama perimbangan kekuatan jawa-luar jawa,suatu realitas politik yang juga harus menjadi pertimbangan basis kekuatan yang cukup signifikan.Mega-Pro,masih memenuhi unsur jawa dan luar jawa dengan kadar campuran,megawati mewarisi daerah campuran jawa-sumatra,dan Prabowo adalah peranakan Jawa-Sulawesi utara.Sedangkan SBY berbudi,keduanya murni jawa,dan lebih sempit lagi jawa timur,SBY Pacitan dan Boediono Blitar,apakah politik pencitraan ini, bisa meyakinkan basis kekuatan politik yang berorientasi etnik dan loyalitas kedaerahan?apalagi kepatuhan kepada petuah pemimpin lokal atau patron dalam peta perpolitikan kita masih cukup kuat.Memang kita tidak boleh mempraktekan politik primordialisme yang terlalu tajam, tapi sentimen etnik itu adalah realitas dan keniscayaan politik kita.
Akhirnya, siapapun yang akan memimpin bangsa,ia harus dapat menaungi sekaligus melindungi semua golongan,kepentingan dan kekuatan etnik yang ada, juga semua agama.Selain itu pula, ia harus mampu membawa bangsa keluar dari krisis ekonomi dan mampu meningkatkan daya saing bangsa serta rakyat bisa hidup lebih sejahtra.Biarlah rakyat yang menentukannya,kita tunggu saja nanti..!!

Lirik Lagu Iwan Fals - Untukmu Terkasih

Author: admin  //  Category: Berita, Buku harian

Artis : Iwan Fals
Judul : Untukmu Terkasih

Kasih
Ketika hati
Rasa dan jiwa
Serta apa saja yang tersembunyi
Di dada ini mulai tergetar
Karena keindahan matamu
Karena kelembutan senyummu
Karena taburan kasihmu
Justru bayang hatimu sulit kurenggut
Sementara gelombang rindu
Gelombang kasih sayang terus mengalir
Bagai air di musim penghujan
Bagai gelombang samudra
Yang mengguncang pantai kehidupan

Kasih ini nyanyian cinta untukmu
Yang entah ada di mana kini
Biar engkau mengerti apa yang terjadi
Dalam hidupku
Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit ku cari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika ku tanya tentang
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kasih ini nyanyian cinta untukmu
Yang entah ada di mana kini
Biar engkau mengerti apa yang terjadi
Dalam hidupku
Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit ku cari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika ku tanya tentang
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit ku cari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika ku tanya tentang
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kinerja Pendidik Kab. Bandung Barat

Author: admin  //  Category: Berita, Buku harian, Seputar Bandung Barat

Wuis ada Babeh di majalah Berseka Bulan Mei 2009 ada apa nich :D

Selidik punya selidik di wawancara kyak nya nich apa aja yach isi nya he he he he he

Busyet ini babeh gw nich empat jempol gw ajungin hi hi hi hi

KASEK HARUS SOROTI KINERJA PENDIDIK

Dalam rangka meningkatkan mutu belajar dan mengajar di sekolah tentunya sangat di tuntut kinerja para guru dan instransi terkait yang lebih memacau kepada arah disiplin nasional yang di tuangkan dalam sistem uji kelayakan dan kepatuhan sehingga bisa di peroleh figur pendidik yang profesinal dan handal serta berkualitas.

Drs. Siswondo M.MPd untuk memperbaiki mutu pendidikan, pemerintah harus memulainya dari sebuah perubahan paradigma karakter pada arah moralitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kependidikan yang bersih dari praktek - praktek KKN di kubu Dinas Pendidikan pada tingkat struktural PEMDA.

Maka di dalam pelaksanaan rotasi/ mutasi hendaknya lebih mengedepan kan kepada profesionalitas ketimbang di kotori oleh hubungan - hubungan (kong kalikong) yang sifatnya bermuatan politik uang (Money Politic) ungkap Nya. :D mantabs beh

Begitu juga kesadaran disiplin nasional sangat dibutuhkan jangan hanya mengejar kesejahteraan sementara etos kerja rusak khususnya bagi aparatur KBB. Terutama dalam optimalisasi penggunaan jam kerja yang efektif dan efisien tidak seperti akhir - akhir ini banyak karyawan/ pegawai yang masih berkeliaran di jalan pada waktu jam kerja bahkan terkesan banyak santainya ketimbang kerjanya. Tegas Siswondo yang katanya memang dia tahu banyak kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung dan KBB.

Lebih jauh ia mengatakan sistem birokrasi KBB hendaknya jangan meniru budaya induk yang kurang baik, dikatakannya juga orang - orang yang menempati Dinas Pendidikan adalah harus dari mereka yang berlatar belakang Pendidikan. Adapun penempatan standarisasi profesi guru yang sedang dan akan di tetapkan di samping menekankan pada spesifikasi bidang keilmuan, juga tidak kalah pentingnya di prioritaskan pada jati diri (karakter) kepribadian yang luhur yang menyangkut pada aspek dedikasi/ jiwa pengabdian yang tidak komersil, keteladanan untuk lingkungan sebagai seorang guru serta memiliki semangat juang tinggi demi kepentingan Nusa, Bangsa dan Agama “harap Siswondo agar pemerintah Kab. Bandung Barat lebih memperhatikan dan meningkatkan kinerja guru serta kinerja Dinas Pendidikan” (HB)

Dikutip dari : Majalah Berseka No. 157 Tahun XII Mei 2009

Palestine oh …….

Author: admin  //  Category: Seputar Bandung

Sungguh memilukan pada bulan tahun baru Isam 2 Muharam 1430 H, rakyat Palestine di timpa musibah. Ribuang nyawa di ujung maut, banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, anak - anak tidak berdosa menjadi korban sungguh kejahatan Perang yang sangat - sangat besar yang dilakukan Israel.

Pelanggaran HAM terbesar terbesar terjadi disini, pedulikah kita baik itu sesama muslim?? ambil tindakan tegas sebagai contoh pemerintah Venezuela melakukan akan mengusir Diploma dari Israel, ini merupakan  ciri suatu negara tersebut berdaulat tidak mau di tindas dan di peralat negara lain.

Salut untuk Venezuela apakah sanggup Indonesia seperti itu, suatu negara besar yang kaya akan hasil bumi dan sumber daya manusia yang banyak :D seharus nya berani kita harus menunjukkan taring lagi, bahwa kita patut di perhitungkan dari segi politis atau dari segi kekuatan seperti dulu.

Karena merunut dari sejarah sebanar nya Israel adalah penjajah mereka mencaplok kawasan tersebut, jadi mereka tidak punya negara ….

Untuk sementara apa yang bisa kita buat? Galang dana untuk Palestine http://save-palestine.blogspot.com/ mudah - mudahan kita bisa meringan kan beban saudara kita yang ada di Palestine amiin …

CPNS SYARAT KKN, Betul ngak yach ???

Author: admin  //  Category: Buku harian, Celoteh

Setelah saya perhatikan dan baru - baru ini saya mengikuti test CPNS di wilayah Bandung Barat sangat tidak profesional dan proporsional he he he he

Pada hari Minggu, 07 Desember 2008 coba bayangkan, bayangkan di mulai :D jadwal jam 08.00 pagi  sampe dengan 13.00 siang mulainya jam 11.00 siang kesel banget kan nunggu, bener - bener dech tau8 gitu mending buka toko pasti dapet duit. Pengangguran seperti saya ini dari mana dapet uang ngak kayak kyak PNS punya kewajiban tp bisa mangkir tetep dapet gaji betul kan ??? ngak usah pura - pura lugu dech :D

Setelah beberapa  hari dari itu muncul lah tuh berita di koran Pikiran Rakyat ada di Surat Pembaca buanyak banget yg ngeluh bahkan ngak peduli dia mau di terima atau ngak lagi jadi PNS, sejak awal saya sudah ngak yakin dengan posisi sangat sedikit sangat rentan dari Kolusi coba banyangkan klo anak pejabat sendiri ngak punya kerja pasti di suruh ikut test kan. Udah anak gw lolosin ajah gw kasih duit dech loe he he he he ini bukan negatif tingking tp ini yg terjadi di negeri kita dengan moral yg bobrok seperti ini, inilah yg terjadi.

Padahal klo benar - benar mengutamakan dari hasil akan maju negara kita karena sudah pasti SDM yang di pilih itu berkualitas betul ngak ????

saya kutip dari PR neeeh …

NGAMPRAH, (PR).-
Pelaksanaan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Bandung Barat, Minggu (7/12), kacau-balau. Bahkan, di sejumlah lokasi seleksi, pelaksanaan seleksi diwarnai keributan.

Di lokasi seleksi, Madrasah Aliyah Negeri 1 Cililin, peserta seleksi merusak mobil milik staf bagian kepegawaian Setda Kab. Bandung Barat. “Soalnya, panitia membatalkan seleksi karena tak ada soal untuk jam kedua,” ungkap A.T. Saefulloh, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Bandung Barat yang turut memantau pelaksanaan seleksi, Minggu (7/12).

Sejak awal, 14.000-an peserta seleksi kesal dengan panitia yang tak profesional. Jadwal seleksi yang semula dimulai pada pukul 8.00 WIB, baru bisa dilaksanakan pada tengah hari. “Pukul 11.00 WIB tes belum dimulai. Parahnya lagi, naskah soal dan jawaban belum ada,” ujar Gugum, seorang peserta.

Tak hanya itu, kata Gugum, soal yang dibagikan panitia pun salah. “Coba geura, naskah soal yang semestinya untuk lulusan SPK (sekolah perawat kesehatan-red.) dibagikan untuk lulusan D-3 dan S-1,” katanya.

Memerkarakan

Tak sebatas itu, kata A.T. Saefulloh, para peserta berencana memerkarakan Pemkab Bandung Barat atas kekisruhan tersebut. Mereka juga mempertanyakan anggaran seleksi senilai Rp 1,9 miliar. “Dipergunakan untuk apa saja uang itu?” ujarnya.

Apalagi, kata dia, panitia sama sekali tak mengeluarkan uang untuk pemasangan nomor ujian di meja sekolah, penataan ruang ujian, dan biaya kebersihan. “Semuanya jadi tanggung jawab sekolah yang dipinjam untuk seleksi,” ucapnya.

Suara keras datang dari DPRD Kab. Bandung Barat. Rencananya, Selasa (9/12) pagi, DPRD akan memanggil panitia seleksi. “Ternyata, kekacauan sudah terjadi sejak awal. Banyak peserta yang tak menerima panggilan seleksi, padahal sudah mendaftar,” ujar anggota Komisi A DPRD Kab. Bandung Barat, Agus Ishak, Minggu (7/12).

Kepala Biro Kepegawaian Pemprov Jabar Achadiat Supratman, mengatakan, keterlambatan soal memang terjadi karena masalah teknis. Namun, ia mengklaim semua soal sudah disebarkan ke tempat seleksi dalam jumlah yang sesuai.

Sementara itu, dari 7.471 pelamar tercatat sebagai peserta seleksi CPNS Pemkot Bandung, hanya 5.528 orang (74%) peserta yang hadir. Banyak dari peserta yang absen karena memilih mengikuti tes di instansi pemerintah lain. (A-125/A-160/A-158)***

Sy pikir beruntung mereka yang memilih test di instansi lain mungkin lebih profesional :D

Hati - hati beli software

Author: admin  //  Category: Buku harian

Ini pengalaman pribadi sekaligus untuk berbagi, mungkin beberapa dari kita tidak banyak pertimbangan dalam membeli software buatan negeri kita sendiri.

Berdasarkan pengalaman saya yg perlu di cermati itu adalah after sales dari software tersebut, saya menggunakan software yg after sales nya boleh di bilang sangat - sangat buruk untuk melakukan validasi membutuhkan waktu yg lumayan cukup lama sampe - sampe bisa ke tiduran klo ngak kesel :D.

Disamping itu validasi tidak hanya di server saja, tapi ini yang lebih keren dan membuat pusing seluruh client di validasi untuk bisa di pakai wew cape dech hik hik hik ….

Mungkin tulisan singkat ini bisa membuka wawasan bagi anda yang akan membeli software walaupun buatan bangsa kita tapi banyak hal yang perlu di perhatikan dan di cermati dari pada nanti anda menyesal nantinya.

Berkali - kali keluar uang untuk membeli software hanya anda tidak cermat dalam hal ini :D

Pantun Koruptor

Author: admin  //  Category: Artikel Anti Korupsi, Buku harian, Celoteh

Pantun Koruptor
WS Rendra

(Dibacakan WS Rendra ditengah Iwan Fals dan kawan-kawan menyanyikan lagu HIO dalam konser Merdeka yang berlangsung di Leuwinanggung 16 Agustus 2008)

Kalau ada sumur di ladang
Jangan diintip gadis yang mandi
Koruptor akalnya panjang
Jaksa dan hakim diajak kompromi

Berburu ke padang datar
Mendapat janda belang di kaki
Koruptor sakit diijinkan pesiar
Uang rakyat dibawa lari

Berakit rakit ke hulu
Berenangnya kapan kapan
Maling kecil sakit melulu
Maling besar dimuliakan

Ur… Ur… Ur… Ur… Bada Ur…
Selendang sutra jingga
Aturan negara ngalor ngidul
Lantaran wakil rakyat korupsi juga

Hio… Hio… Hio… Hio…

Kura kura dalam perahu
Buaya darat didalam sedan
Wakil rakyat jangan ditiru
Korupsinya edan edanan

Si tukang riba disebut lintah darat
Si hidung belang disebut buaya darat
Pedagang banyak hutang itulah konglomerat
Mereka yang berhutang yang bayar lha kok rakyat?

Binatang bego itu kura kura
Binatang lamban juga kura kura
BBM naik rakyat sengsara
Uang bea cukai ditilep juga

Aduh aduh cantiknya si janda kembang
Sedang menyanyi si Jali Jali
Hujan emas di rantau orang
Hujan babu di negeri sendiri

Hio… Hio… Hio…
Ale… Ale… Ale…
Bakso… Bakso… Bakso…
Onde… Onde… Onde…

Mikul duwur mendem jero
Itu apa artinye?
Artinye…
Kalau ente jadi presiden
Berdosa boleh aje…..

sumber : iwan fals mania

Indonesia mau kemana????

Author: admin  //  Category: Buku harian

sebuah pemikiran yang muncul di benak gw ketika membereskan berkas2 buat ke KPU “Indonesia mau di bawa kemana ?”

Hal tersebut muncul ketika sekarang banyak orang dari dunia entertainment terjun ke dunia politik, yang sebetulnya menjadi dilema klo gw pikir. Apakah Bangsa Indonesia hanya melihat seorang pemimpin dari terkenalnya saja bukan dari segi kwalitasnya, coba kita pikir latar belakang mereka apakah sama dengan yang akan mereka geluti di politik? apakah dari segi popolaritas kwalitas orang tersebut bisa di nilai??

Tanpa mendiskredit kan tulisan ini saya muat, karena banyak juga seorang entertainment yang pola pikir nya sangat bangus di dunia politik gw salut ma yang dah lama terjun disini contoh Rieke Diah Pitaloka aktif sekali dan pemikiran nya sangat bagus ada lagi yang lain semua berawal tidak langsung kan melalui rangkai proses, dari LSM dan sejenisnya.

Tentu berbeda dengan orang yang langsung terjun ke politik tanpa melalui proses dan latar belakang yang jauh dari politik, heran pola pikir masyarakat yang cenderung mementingkan popularitas bukannya kwalitas.

Serangan Pada jaringan Wireless

Author: admin  //  Category: Wireless

1. Reveal SSID

Access Point yang masih menggunakan metode menyembunyikan SSID (Service Set Identifier) sebagai pencegahan bukan lagi sebuah solusi yang baik. Karena saat ini dengan mudah dengan menggunakan tools yang ada di internet hal tersebut dapat dilakukan untuk menampilkan SSID yang tersembunyi (hidden).

2. Bypass MAC Address Spoofing

Metode pembatasan akses MAC Address juga sering digunakan untuk membatasi pengguna di jaringan wireless. Bahkan ada beberapa institusi atau perusahaan yang harus melakukan pendaftaran MAC Address agar user dapat menggunakan hotspot. Sedangkan untuk menerobos pembatasan MAC Address tersebut dapat dengan mudah dilakukan dengan mengganti MAC Adress (MAC Address Spoofing)

3. Encryption

Penggunaan WEP yang masih banyak digunakan pada jaringan wireless dapat didengan mudah di crack. Sudah banyak informasi/tutorial yang membahas bagaimana melakukan cracking terhadap WEP ini dalam hitungan menit.

4. Authentication Attack

Proses otentikasi yang dilakukan pada sistem jaringan wireless, entah itu menggunakan sistem Captive Portal (Hotspot) atau bahkan 802.1x/EAP tetap memiliki celah keamanan. Dengan brute force/dictionary/common password hal tersebut dapat dilakukan.

5. Eavesdropping

Berapa banyak penggunaan enrcyption yang diabaikan dalam jaringan wireless. Sehingga serangan ini dapat dengan mudah dilakukan, attacker hanya duduk sambil memantau traffic wireless yang berlalu-lalang, dari informasi username, password, bahkan informasi sensitif lainnya