Doa dan Usaha - Andrie Wongso

Author: admin  //  Category: Motivasi

Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please Tuhan….., please….. Tolong dengarkan doa hambamu ini”. Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan, tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan.

Suatu hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana. Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, “Hai teman, kalau kita searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan, oke?”. maka si pemuda itu pun mendapat tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat.

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Pembaca yang budiman, Hanya sekedar mengandalkan doa saja namun tanpa usaha dan kerja nyata tidak mungkin ada perkembangan, hasil akhirnyapun pasti nihil alias kosong, sedangkan sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Dengan dilengkapi doa tentu usaha kita itu terarah di jalan yang benar, baik dan halal, maka yang paling ideal adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi dengan doa, niscaya segala usaha kita akan dikabulkan dan tentu hasil yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan

Jujur Itu Langgeng - oleh Sonny Wibisono

Author: admin  //  Category: Motivasi

“Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.” — Anonim

HAMDAN adalah sebuah anomali. Dia pergi ke kantor hanya dengan mengendarai sepeda motor yang sudah butut. Helmnya pun bau apak. Jaketnya kumal. Padahal Hamdan merupakan orang penting di sebuah
perusahaan. Dialah yang menjadi pengatur keluar masuknya barang yang menjadi komoditas perusahaannya. Hamdan berkali-kali mengatakan dirinya hanya berusaha keras menjalankan pekerjaan dengan baik. Sehari-hari dia mencatat dengan penuh ketelitian, agar jangan sampai satu barang pun
lenyap ataupun nyelonong ke tempat lain.

Ketelitian menjadi panglima. Kejujuran menjadi napas dalam hidupnya.
Berkali-kali dia berperang dengan sikapnya itu. Tatkala keluarganya membutuhkan uang berlebih untuk sebuah keperluan, dia hanya mengandalkan tabungannya yang tak seberapa. Begitu selalu. Hamdan pun dicap sebagai orang aneh.

Hingga pada suatu saat ketika Hamdan telah pensiun, mantan koleganya menghubunginya meminta bertemu. Ternyata koleganya memintanya mengelola pendistribusian barang-barang di perusahaannya. Tentu dengan gaji dan fasilitas yang menggiurkan, yang tidak didapatkan oleh Hamdan di perusahaan sebelumnya. Sang kolega pun berbaik hati dengan menawarkan kerjasama kepada Hamdan bila berminat, untuk menaruh saham di perusahaan tersebut.

Hamdan tak membuang kesempatan emas ini. Jadi Hamdan tidak hanya mengelola, tapi juga diberi kesempatan memiliki perusahaan yang ditanganinya sekarang.

Rupanya, inilah buah kejujuran yang dimiliki Hamdan. Sang kolega mempercayai penuh kejujuran yang dimiliki Hamdan, ditambah dengan kecakapannya mengelola pendistribusian barang.

Kejujuran, dan juga kisah Hamdan sendiri, memang menjadi sesuatu yang aneh dan langka. Tak usah mencari jauh-jauh contohnya. Bacalah koran, tonton tivi, atau dengarlah radio. Setiap hari kita jumpai kasus
korupsi, perampokan, penipuan, pencurian, tindak kekerasan, perselingkuhan, atau kasus kriminal lainnya. Kesemuanya bermuara pada satu hal, bahwa komitmen mengenai kejujuran tidak terpenuhi.

Jujur tak hanya diartikan secara harfiah sebagai ‘berkata benar, mengakui atau memberikan suatu informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran’. Tapi juga dalam pengertian yang lebih luas, tidak berbohong, tidak menipu, tidak mencuri, tidak korupsi, tidak berbuat tindak kekerasan, tidak melakukan selingkuh, dan sejumlah `tidak’ lainnya, merupakan bentuk lain dari sebuah kejujuran.

Oleh karena itu kejujuran membutuhkan komitmen untuk pemenuhan kejujurannya. Dalam jenis pekerjaan apapun, nilai sebuah kejujuran tak bisa ditawar-tawar lagi. Anda harus memegang teguh pada komitmen
dimanapun Anda berada dan bekerja. Tidak boleh berbohong. Tidak boleh menipu. Tidak boleh merekayasa. Bagaimana Anda mau dikatakan jujur, jika hendak menjadi caleg saja harus menyogok. Bagaimana Anda mau dikatakan jujur, jika Anda membohongi publik dengan aksi menggoreng saham, yang nilai sahamnya memang tidak sebanding dengan nilai buku perusahaan.

Lantas, bagaimana agar nilai-nilai kejujuran dapat terus berkembang?

Kejujuran sesungguhnya dapat ditularkan. Sama seperti virus, ia dapat menyebar dengan cepat. Suri tauladan yang baik selalu berawal dari atas. Dalam psikologi, dikenal prinsip modelling. Artinya murid akan dengan
mudah meniru perilaku tertentu melalui proses peniruan terhadap model. Siapa saja dapat bertindak sebagai model. Pemimpin, orangtua, guru, orang-orang yang mempunyai banyak penggagum, ataupun orang-orang yang mempunyai pengikut. Jadi, bila pemimpinnya tidak jujur, sulit mengharapkan rakyatnya juga berlaku jujur. Jika seorang pejabat korupsi, jangan salahkan kalau bawahannya ikut-ikutan korupsi. Dan, jangan juga salahkan sang anak yang malas belajar karena asik menonton televisi, sementara sang anak melihat ibunya asik menonton sinetron.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa kejujuran sulit diterapkan dalam dunia bisnis dan politik.
Pertimbangan moral dikesampingkan dan lebih mengedepankan nafsu untuk mencari untung atau kekuasaan semata. Benarkah demikian? Sebaliknya. Padahal, kejujuran akan membawa pada kelanggengan. Kepercayaan, lebih-lebih dalam dunia bisnis, membutuhkan prasyarat bernama karakter. Karakter dibangun dari dua hal utama; kejujuran dan tanggung jawab.

Kejujuran berbicara tentang moralitas dan etika. Sedangkan tanggung jawab berhubungan denga kompetensi. Di negeri ini, banyak pebisnis yang sukses dan politisi yang dikenang hingga kini karena kejujuran yang dianutnya selama ini. Nilai-nilai yang mereka anut untuk: tidak ngembat sana-sini, tidak ngemplang, tidak sikut kanan-kiri, tidak merekayasa nilai proyek, tidak mengulur-ulur penjualan saham, atau tidak ngadalin mitra kerjanya.

Oleh karena itu kejujuran membutuhkan pengorbanan untuk menunda kesenangan. Meniti dan mencapai hasil sesuai dengan usaha tanpa harus memark-up atau menipu. Apa enaknya, bila kesuksesan diraih dengan begitu cepat, tetapi dengan mengorbankan nilai-nilai kejujuran. Hidup tak tentram, tidurpun tak nyenyak.

Kejujuran memerlukan kesadaran untuk paham akan batas kelemahan diri sendiri dan tidak sungkan untuk mengaku salah. Dan juga sebaliknya, bersedia memaafkan kelemahan orang lain.

Kejujuran juga berarti sadar bila tidak mampu dalam mengerjakan sesuatu. Jika kemampuan Anda mengangkat beban hanya lima kilo, jangan memaksakan Anda mengangkat hingga mencapai sepuluh kilo. Jika harga saham sesungguhnya hanya seribu perak, jangan dipaksakan dijual lima ribu perak. Kejujuran merupakan salah satu kunci untuk mengatasi masalah hidup berbangsa dan bermasyarakat di negeri ini.

Seperti pepatah lama Belanda yang mengatakan, eerlijk duurt ‘t langst, jujur itu langgeng. Percayalah.

Sumber: Jujur Itu Langgeng oleh Sonny Wibisono

Gratisan Telkomsel Via PC versi

Author: admin  //  Category: Telekomunikasi, Tutorial

Mungkin di beberapa blog yg lain pernah di bahas, tp ngak ada salah nya sy tulis lg dan yg mampir di blog ini bias di coba yah ….

Setting dulu di HP nya seperti ini :

Masuk Setting >

Konektivitas >

Komunikasi Data >

Account Data >

Account Baru >

APN : internet2 >

User name : inet free>

Homepage: http://xcms.telkomsel.com

Baru buat advance settingnya

Proxy : 202.3.219.14 >

Port 80 >

Selanjut nya di abaikan saja kemudian di save

Instal dulu PC SUITE kemudian klik HUBUNGKAN KE INTERNET => PENGATURAN => MANUAL SETING =>BERIKUTNYA=> klik KONFIGURASI SAMBUNGAN SECARA MANUAL => TITIK AKSES internet2, NAMA PENGGUNA isi dengan inet free => klik SELESAI => dan coba untuk di konek bos …

Bila sudah konek, buka mozila firefox kemudian klik TOOLS => OPTIONS => pilih GENERAL => HOMEPAGE isi dengan www.google.com.

Langkah selanjut nya pilih ADVANCED =>NETWORK => SETTINGS =>tandai MANUAL PROXY CONFIGURATION => HTTP PROXY isi dengan ip 202.3.219.14 dan PORT: 80 => tandai USE THIS PROXY SERVER FOR ALL PROTOCOLS => NO PROXY FOR isi dengan localhost, 127.0.0.1 =>klik OK

Nasehat Memilih Istri

Author: admin  //  Category: Buku harian

Terima Kasih kepada babeh untuk message inbox nya  Nasehat Memilih Istri
Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!
Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata bahwa cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi?! Mereka pun mungkin akan bilang bahwa haditsnya shahih lho! Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat!
Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!
***
Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat di zaman ini adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak di zaman ini adalah yang sanggup hidup kaya. Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.
Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.
***
Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka bisa menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.
Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.
Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!
***
Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.
Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.
Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya dengan suaminya atau setidaknya dengan izinnya.
Dia tahu barang-barang telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.
Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

***
Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.
Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit.
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.
Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.
Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.
***
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]
-Mutiara-
yang berusaha menjadi seberharga namanya…

CONTROL THE COMPETITOR AND AFTER THAT CONTROL THEM OR MAYBE KILL THEM…

Author: admin  //  Category: Berita

Tentunya dalam melakukan bisnis kita akan selalu bertemu dengan kata “Kompetisi”. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dalam menjalankan bisnis. Tanpa adanya kompetisi maka dapat kita sebut usaha yang kita jalani adalah sebuah bisnis monopoli yang mana dalam menjalankan bisnis di Indonesia hal tersebut dilarang karena adanya undang-undang anti monopoli yang selalu diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Tapi tentunya siapa sih yang ingin mempunyai saingan dalam melakukan sebuah bisnis atau usaha ? Jika kita perlu pasti kita akan berusaha untuk mematikan produk competitor kita, baik itu dari sisi persaingan harga (price), persaingan tempat usaha (location), persaingan dalam beriklan (advertising), ataupun persaingan dari sisi kualitas barang atau layanan (product and service). Hal ini dapat kita lihat dari persaingan antara beberapa perusahaan operator telekomunikasi saat ini. Dan hasilnya beberapa operator sudah mulai sekarat, dan sebentar lagi akan mati. Kill the competitor kata mereka.

Tapi ada beberapa perusahaan yang tidak membunuh competitor yang ada, mereka malah mengontrol competitor meraka. Salah satu caranya adalah dengan membeli perusahaan yang mereka rasa jadi competitor mereka, atau dengan cara melakukan sharing project dibeberapa client, atau juga dengan merger menjadi sebuah perusahaan yang kuat.

Saat ini perusahaan yang kuat secara modal, baik itu modal secara materi, relationship, knowledge, etc yang akan menang dalam persaingan. Kompetitor pasti akan mati, dibeli secara kepemilikan atau mati sekarat, karena tidak mampu bersaing.

Siapa yang kuat untuk berkompetisi dengan TELKOM, GARUDA, PERTAMINA, BCA atau BLUEBIRD…? Mereka sekarang pasti siap mengincar perusahaan kompetitor yang sudah sekarat….

sumber : http://chandil.wordpress.com/2009/01/02/kill-the-competitor-or-control-the-competitor

NEOLIBERALISME VS KEMANDIRIAN BANGSA (1)

Author: admin  //  Category: Berita, Seputar Bandung, Seputar Bandung Barat

Yesterday at 9:37am

Di tulis Oleh : Pak Edi Siswadi

Seandainya SBY tidak menggandeng Boediono sebagai cawapresnya,boleh jadi para elit politik, tidak pernah akan mempersoalkan mengenai sebuah faham ekonomi yang disebut dengan neoliberalisme.Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi saya mengapa faham ekonomi ini harus dikhawatirkan? padahal kalau kita perahatikan, ketika Boediono menjabat Menteri Keuangan di era-pemerintahan Megawati,terlihat jelas bahwa ia telah mencitrakan pendukung neoliberalisme,yang antara lain memperpanjang hubungan Indonesia dengan IMF, melalui “Post Program Monitoring” (PPM),yang menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap perpindahan aset negara ke swasta,yang dilakukan melalui program privatisasi.Program pritvatisasi di era Megawati,justru membuat negara banyak kehilangan aset yang sangat strategis seperti;PT Telkom,Indosat dan beberapa bank nasional beralih kepemilikan sahamnya,dimana enam dari sepuluh bank nasional kini dikuasai asing.
Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa para elit politik baru mempersoalakannya sekarang? padahal faktanya, justru pada saat pemerintahan Megawatilah konsep ekonomi neoliberal itu,telah dilaksanakan. Lantas kemudian saya bertanya pula,bagaimana dengan JK dan Mega menskenariokan konsep ekonominya untuk Indonesia ke depan? akhirnya kita bisa mengetahui, bahwa Pilpres kali ini, ternyata akan merupakan pertarungan faham ekonomi dan pergulatan kepentingan, tidak saja politik ekonomi nasional, melainkan kepentingan politik ekonomi global, dalam konteks liberalisasi perdagangan (free trade).Pilpres kali ini pun, tidak saja menyuguhkan pertarungan seru sebuah permainan kekuasaan (power play) atara SBY,JK dan Mega, tapi akan menjadi anjang pertarungan faham dan kekuatan politik ekonomi, baik dalam skala nasional maupun dalam konteks global.

Pertarungan faham ekonomi

Faham ekonomi yang akan diusung masing-masing capres, terungkap dalam visi dan misi sekaligus plat-form ekonominya,yang pada gilirannya akan menjadi pertaruhan bangsa ke depan.Setidaknya ada tiga(3)skenario besar yang akan diusung oleh para capres dan kemudian akan menjadi fondasi kebijakan bangsa ke depan,yaitu:Pertama,SBY-Bo

ediono(SBY-Berbudi) merepresentasikan keterikatan kuat dengan pro-ekonomi pasar, yang kapitalistik-liberal,Kedua: JK-Wiranto(JK-Win) mengusung semangat nasionalisme yang berbasis kemadirian dan kekuatan seluruh potensi bangsa dan ketiga;Mega-Prabowo(Mega-Pro) membangun plat-form ekonominya berbasis kerakyatan(wong-cilik) dan bertumpu pada kekuatan bangsa sendiri serta berorientasi kekeluargaan.
Jika dikerucutkan lagi, maka pertarungan politik ekonomi antar capres itu, hanya akan menyisakan dua kutub pertarungan, yaitu disatu sisi mewakili kutub faham liberal-kapitalistik (neoliberalisme) yang berorientasi pembangunan ekonomi yang digerakan oleh kekuatan ekonomi pasar dan sangat tergantung pada kekuatan asing terutama IMF dan World Bank, dan kedua faham nasionalisme dan kemadirian bangsa yang berorientasi ekonomi kekeluargaan dan pemberdayaan seluruh potensi bangsa, serta terlepas dari ketergantungan asing.
Istilah Neoliberalisasi sering diidentikan dengan konsesnsus Washington,karean memang pemerintah Amerika Serikat,Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia,yang semuanya berbasis di Washsington DC,adalah pendukung kuat doktrin-doktrin pasar bebas yang dikaitkan dengan para ekonom liberal abad ke-18 dan 19 seperti Adam Smith dan David Ricardo.Dalam tingkat implementatif,rekomendasi Washingtong ini memiliki tiga komponen utama,yaitu: pertama:menaikan peran pasar (melebihi peran pemerintah) dalam pengelolaan ekonomi dan mediasi arus barang dan modal(melalui penghapusan bantuan dan patokan harga,perdagangan bebas,nilai tukar yang ditentukan pasar,fokus ketat dalam pengeluaran publik pada berbagai target pembangunan nasional). Kedua:meningkatkan peran dan lingkup serta hak milik sektor swasta(melalui transfer aset dari sektor publik ke sektor swasta-swastanisasi,deregulasi pasar,angka bunga ditentukan pasar dan liberalisasi pasar modal,Ketiga:menggembor-gemborkan ide ekonomi yang kuat melalui anggaran berimbang,fleksibilitas tenaga kerja,inflasi rendah dll(Chang dan Grabel:2008).
Pendukung faham neoliberal yang dimulai pada tahun 1980an terus berkembang hingga kini dan telah mendapatkan keuntungan yang berlimpah.Sayangnya, keuntungan ini hanya dinikamati oleh negara-negara industri maju saja, karena memang mereka mengendalikan berbagai instrumen untuk melakukan perdagangan bebasnya seperti:PBB,World Bank,IMF,WTO ditambah dengan beroperasinya perusahan multinasional yang mengelola sumberdaya alam di negara berkembang seperti;migas,pertambangan dan energi,belum lagi mereka menguasai bahkan memonopoli penguasaan teknologi,informasi,finansial,regulasi internasional dan bahkan harga pun lebih cenderung selalu menguntunkan mereka.
Secara ekonomi,kita masuk dalam neoimperialisme yang polanya memang berbeda dengan imperialisme-konvensional masa lalu, tapi dampaknya tidak kalah dahsyat dibandingkan masa itu. Sementara negara berkembang,seperti misalnya Indonesia,akan terus semakin bergantung kepada bantuan negara-negara maju, karena memang sudah terperangkap dalam tata aturan yang telah mereka gariskan, seperti misalnya;pengurangan defisit anggaran dan tekanan inflasi,persaingan pasar,efesiensi,menggairahkan fihak swasta serta investasi asing dan domestik.
Karakter neoliberalisasi dalam konteks perdagangan bebas, memang tidak ada bedanya dengan neoimperialisme, hanya pengemasannya yang begitu halus saja sehingga kita tidak pernah merasa terjajah,karena dengan mengatasnamakn kampium demokrasi dan ham, sejumlah regulasi dalam berbagai aspek;ekonomi,politik dan hukum juga administrasi pemerintahan, di semua negara yang dikendalikan dalam paham neoliberalisme, akan mengintegrasikan pemerintah dan swasta dalam komunitas global,sehingga mendorong penggabungan norma-norma manajeman dan administrasi pemerintahan dengan praktek bisnis global.

Kegagalan neoliberalisme

Pengalaman menunjukan, bahwa neoliberalisme ternyata tidak membuat negara berkembang bertumbuh secara ekonomi, bahkan boleh dikatakan telah gagal, hal ini sebagaimana diakui oleh ahli ekonomi Universitas Harvard,Dany Rodrik (2002) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 1990an,sebenarnya tidak terjadi pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang digembar gemborkan oleh para pendukung neoliberal, karena yang terjadi sekarang adalah terciptanya pembangunan yang menciptakan ketergantungan (development of underdevelopment).
Kondisi demikian, merupakan bukti kuat yang menunjukan kegagalan neoliberlisme.Selama periode neoliberal,ekonomi Amerika Latin sebenarnya telah berhenti tumbuh,sementara Afrika sub-Sahara mengalami pertumbuhan negatif dan negara-negara bekas komunis runtuh begitu saja.Ringkasnya, selama ekonomi neoliberal tahun 1980-2000an,nasib negara-negara berkembang lebih buruk dibandingkan dua dekade sebelumnya.
Oleh karena itulah, semua negara nampaknya tidak mungkin melaksanakan konsep neoliberal yang mendadak sontak sangat populer menjelang pemilihan presiden saat sekarang ini.Bahkan Amerika sendiri, sebenarnya tidak murni neoliberal tapi sudah campuran (mix), apalagi Indonesia,karena memang masih ada campur tangan atau intervensi negara masih banyak seperti adanya BUMN,dan beberapa sektor ekonomi dan aset yang strategis masih tetap dikuasai negara.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Indonesia yang memiliki kekayaan SDA yang sangat berlimpah, akan menjadi negara yang gagal bertumbuh? bahkan mengikuti skenario negara industri maju melalui pranata internasionalnya seperti IMF dan World Bank,sehingga terjebak dengan perangkap utang (debt trap)?atau sebaliknya, mampu melepaskan dari ketergantungan itu dan kembali membangun bangsa dengan kemampuan dan kekuatan sendiri sehingga menjadi bangsa yang madiri.
Untuk mewujudkan harapan agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, sudah saatnya dan tidak perlu malu-malu kita melihat contoh dan belajar pembangunan ekonomi seperti yang dipertontonkan Korea Selatan,Cina dan Malaysia,atau bahkan seperti Venezuela yang melakukan nasionalisasi sejumlah perusahan multinasional/asing.Mereka berhasil keluar dari fakta neoliberalisasi terutama cengkraman IMF.Apakah kita bisa seperti mereka?metinya kita bisa,tapi sebaiknya kita tunggu saja hasil pilpres nanti.

PETA PERSAINGAN PARA CALON PRESIDEN

Author: admin  //  Category: Berita, Buku harian, Celoteh, Seputar Bandung, Seputar Bandung Barat

Tulisan ini di tulis oleh : Bapak Edi Siswadi (Sekda Kota Bandung)

Yesterday at 5:34pm

Kita sudah dapat memastikan bahwa, akan ada tiga pasangan capres dan cawapres yang akan bersaing dan siap berlaga dalam pemilihan Presiden 8 juli yang akan datang.Kepastian itu datang ketika tiga pasang capres dan cawapres tersebut, secara administratif telah selesai mendaftarkan ke KPU,yaitu pertama pasangan SBY-Boediono dengan slogan SBY-Berbudi,kedua Megawati-Prabowo dengan slogan Mega-Pro dan ketiga Jusuf Kalla-Wiranto dengan slogan JK-Win.

Ketiga Capres dan cawapres,semuanya muka-muka lama dalam pemerintahan dan bukanlah orang-orang yang baru dalam struktur pemerintahan,kecuali Prabowo yang memangku jabatan terakhir sebagai Pangkostrad, belum pernah duduk di jajaran eksekutif-pemerintahan.SBY adalah Preisden(incumbent),Mega mantan Presiden dan Kalla adalah wapres.Sedangkan Boediono yang terakhir menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia(BI),adalah mantan menteri keuangan pada masa pemerintahan Megawati.

Berbagai prediksi sekaligus spekulasi tentang peluang para calon presiden RI 2009-2014,kini bermunculan diberbagai media, baik media masa maupun elektronika.Prediksi itu, pada umumnya didasarkan atas sejumlah data dan indikator seperti misalnya hasil raihan suara pemilu legislatif tanggal 9 April,tingkat elektabilitas calon dan peta kekuatan dukungan yang pada umumnya merepresentasikan kekuatan kultur(jawa-luar jawa),politik aliran yang pada umunya menggambarkan kekuatan dukungan kelompok agama dan religius serta dukungan kelompok nasionalis-kebangsaan.Apabila ukurannya didasarkan pada penelitan R William Liddle dan Saeful Mujani(1999), yang menyatakan bahwa,budaya politik yang menjadi alasan voter memilih parpol antara lain ditentukan oleh faktor;1.Keyakinan keagamaan dan afiliasi politik,2.Etnik dan loyalitas kedaerahan,3.Kelas sosial/kepentingan ekonomi,4.Pertemanan dengan pemimpin partai nasional,5.Kepatuhan pada petuah pemimpin lokal atau patron,6.Retrospeksi evaluasi tampilan atau concern parpol,dan 7.Partisan parpol.

Kemenangan Matematis
Kita bisa melihat peta kukuatan ketiga pasangan itu dari hasil pemilu legislatif yaitu;pertama SBY-Berbudi dengan partai pendukung sebanyak 23 partai,meraih total suara 60.614.515(58,23%) dan total kursi DPR 314(56,07%), kedua;Mega Pro dengan partai pendukung 9 meraih total suara 21.015.966(20,19%) dan total kursi DPR 121(21,61%),ketiga;JK-Win didukung oleh 3 partai dengan total suara 20.488.220(19,69%) dan total kursi DPR 125(22,32%).Apabila asumsi kekuatan dukungan tidak mengalami perubahan hingga Pilpres nanti,tentu SBY Berbudi secara matematis akan meraih kemengana dengan mudah dan hanya perlu satu putaran saja, guna memenangkan pemelihan presiden 2009-2014.

Persoalannya adalah, politik itu dinamis dan perubahannya pun bergerak dengan cepat, bahkan hitungannya bisa dalam ukuran detik. Meminjam istilah SBY, bahwa dalam politik segala sesuatu bisa saja terjadi-“everything can happen”. Dengan demikian, SBY Berbudi belum tentu menang secara telak, dan Mega-Pro juga JK-Win kalah dengan mudah.Apalagi adanya kontroversi pemilihan Boediono sebagai pasangan SBY,telah menimbulakan ketidakpuasan partai pendukung juga kelompok nasionalis yang populis, menentang piliahan SBY tersebubut,karena menganggap Boediono sebagai representasi ideologi neoliberal dan kepentingan asing.Kontroversi ini, apabila menjadi bola salju yang terus menggelinding, dan tidak hanya menjadi wacana elit, tapi lantas kemudian ditangapi pula oleh “grass-root”, sehingga pada gilirannya menjadi sinyal terjadinya penolakan masyarakat,tentu akan menyulitkan posisi SBY, bahkan bisa men-“down-grade” tingkat elektabilitas SBY dengan angka yang cukup signifikan.Tapi menurut hemat saya,gerakan penolakan ini hanya terjadi dikalangan elit saja dan tidak menggambarkan penolakan masyarakat secara umum.

Apa yang terjadi dalam pemilihan legislatif,ternyata tidak akan hampir secara otomatis terjadi pula dalam pemilihan presiden nanti,artinya kemenangan partai Demokrat dari Golkar dan PDI-P,tidak bisa dijadikan ukuran menjadi kemengan SBY terhadap JK dan Mega.Apalagi dalam pilpres nanti diperkirakan akan terjadi penambahan sekitar 15-20% Daftar Pemilih Tetap(DPT) yang berasal dari hasil pemutakhiran data yang dilakukan KPU.Angka ini bisa saja bertambah ketika KPU berhasil mereduksi angka suara yang tidak sah dari 10,21 % menjadi hanya 5 % dengan melakukan sosialisasi yang masif kepada seluruh warga, juga bisa menekan angka golput dari 29 % menjadi maksimal hanya 20%.

Dari kalkulasi angka di atas, masih akan ada suara mengambang (swing-voters)dan belum menentukan pilihan politiknya sebesar 50,7 jutaan lagi ditambah dengan perkiraan sebanyak 60% dari 104.099.785 juta suara sah, yang pada umumnya masih pikir-pikir untuk menjatuhkan pilihan politiknya dalam pilpres nanti,karena memang “strong supporters” itu, biasanya hanya berkisar 30-40% saja, artinya apabila hari ini terjadi pemilihan presiden, ia akan melakukan pilihannya dan tidak akan berubah bila pelaksanaanya dilakukan bulan depan atau bahkan tahun depannya sekali pun.Dari angka ini, secra matematis masih ada sekitar 100 juta an lebih suara rakyat yang masih belum menetukan sikap politiknya, atau masih pikir-pikir dan baru menentukan pilihan politiknya di 5 menit terakhir.Dengan demikian, semua calon presiden masih berpeluang menang dan bisa saja kalah,bahkan SBY sekalipun, yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi diatara calon presiden,juga bisa saja kalah, apabila ia dan tim kampanyenya lengah dan telah merasa memenagkan Pilpres, karena memang suara Partai Demokrat dalam pemilu legislatif yang baru lalu meraih suara terbanyak.

Artinya, setiap calon masih berpeluang untuk meraih tambahan suara dan merubah peta dukungan yang cukup signifikan.Perubahan peta dukungan ini, akan sangat tergantung kemampuan tim Kampanye masing-masing capres untuk membangun “building-image” yang masif serta meng“up-grade” dukungan publik.Tentu dana pun sangat berpengaruh dalam memenangkan persaingan ini, semakin banyak dana, semakin leluasa melakukan kampanye dari mulai kampanye “door to door” hingga kampanye terbuka,dan biaya iklan politik serta dukungan operasional tim sukses dan para saksi. Dalam prakteknya, seringkali para kandidat ini menggunakan tim kampanye yang tidak terstruktur(tim siluman)yang sulit diditeksi oleh panwaslu ketika terjadi sejumlah pelanggaran.
Dalam tim siluman, yang bekerja secara undercover ini,justru bisa menghimpun dana dalam jumlah yang sangat besar, melakukan kampanye hitam,mencuri start kampanye, bahkan bisa melakukan serangan fajar. Apabila ini dikemas secara canggih oleh apara kandidat, boleh jadi yang akan menang itu, adalah yang melakukan secara cepat dan diterima langsung olah masyarakat,itu yang berpeluang jadi presiden nanti.

Jika parameternya politik matematis dan kinerja pemerintahan yang dibangun oleh SBY selama ini,memang peluang SBY masih lebih kuat dibanding Megawati dan Jusuf kalla.Kalaupun SBY harus “head to head” dengan masing-masing tokoh ini,peluang untuk menang menjadi lebih besar lagi.Peluang SBY lebih besar bukan karena dia “looks presidential”,tapi juga pemerintahannya sekarang, tidak terlalu dinilai jelek.Walaupun belum setinggi yang diharapkan,ekonomi sekarang tumbuh lebih baik dari sebelumnya.Kondisi politik dan keamanan jauh lebih stabil seta kinerja pemerintahan SBY belum serendah yang diharapkan lawan politiknya.Jadi ruang tembak untuk mengatakan SBY gagal membangun pemerintahan yang efektif sangat mudah untuk dipatahkan.

Loyalitas Kedaerahan.
Namun jika parameter etnik dan loyalitas kedaerahan, juga keterwakilan kekuatan politik aliran, serta kekuatan sipil dan militer,dan dukungan dana yang kuat, maka janganlah memandang enteng JK-Wiranto demikian juga Mega-Pro.JK-Win yang memenuhi unsur-unsur di atas,terutama perimbangan kekuatan jawa-luar jawa,suatu realitas politik yang juga harus menjadi pertimbangan basis kekuatan yang cukup signifikan.Mega-Pro,masih memenuhi unsur jawa dan luar jawa dengan kadar campuran,megawati mewarisi daerah campuran jawa-sumatra,dan Prabowo adalah peranakan Jawa-Sulawesi utara.Sedangkan SBY berbudi,keduanya murni jawa,dan lebih sempit lagi jawa timur,SBY Pacitan dan Boediono Blitar,apakah politik pencitraan ini, bisa meyakinkan basis kekuatan politik yang berorientasi etnik dan loyalitas kedaerahan?apalagi kepatuhan kepada petuah pemimpin lokal atau patron dalam peta perpolitikan kita masih cukup kuat.Memang kita tidak boleh mempraktekan politik primordialisme yang terlalu tajam, tapi sentimen etnik itu adalah realitas dan keniscayaan politik kita.
Akhirnya, siapapun yang akan memimpin bangsa,ia harus dapat menaungi sekaligus melindungi semua golongan,kepentingan dan kekuatan etnik yang ada, juga semua agama.Selain itu pula, ia harus mampu membawa bangsa keluar dari krisis ekonomi dan mampu meningkatkan daya saing bangsa serta rakyat bisa hidup lebih sejahtra.Biarlah rakyat yang menentukannya,kita tunggu saja nanti..!!

Lirik Lagu Iwan Fals - Untukmu Terkasih

Author: admin  //  Category: Berita, Buku harian

Artis : Iwan Fals
Judul : Untukmu Terkasih

Kasih
Ketika hati
Rasa dan jiwa
Serta apa saja yang tersembunyi
Di dada ini mulai tergetar
Karena keindahan matamu
Karena kelembutan senyummu
Karena taburan kasihmu
Justru bayang hatimu sulit kurenggut
Sementara gelombang rindu
Gelombang kasih sayang terus mengalir
Bagai air di musim penghujan
Bagai gelombang samudra
Yang mengguncang pantai kehidupan

Kasih ini nyanyian cinta untukmu
Yang entah ada di mana kini
Biar engkau mengerti apa yang terjadi
Dalam hidupku
Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit ku cari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika ku tanya tentang
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kasih ini nyanyian cinta untukmu
Yang entah ada di mana kini
Biar engkau mengerti apa yang terjadi
Dalam hidupku
Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit ku cari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika ku tanya tentang
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit ku cari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu
Ketika ku tanya tentang
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu

Kinerja Pendidik Kab. Bandung Barat

Author: admin  //  Category: Berita, Buku harian, Seputar Bandung Barat

Wuis ada Babeh di majalah Berseka Bulan Mei 2009 ada apa nich :D

Selidik punya selidik di wawancara kyak nya nich apa aja yach isi nya he he he he he

Busyet ini babeh gw nich empat jempol gw ajungin hi hi hi hi

KASEK HARUS SOROTI KINERJA PENDIDIK

Dalam rangka meningkatkan mutu belajar dan mengajar di sekolah tentunya sangat di tuntut kinerja para guru dan instransi terkait yang lebih memacau kepada arah disiplin nasional yang di tuangkan dalam sistem uji kelayakan dan kepatuhan sehingga bisa di peroleh figur pendidik yang profesinal dan handal serta berkualitas.

Drs. Siswondo M.MPd untuk memperbaiki mutu pendidikan, pemerintah harus memulainya dari sebuah perubahan paradigma karakter pada arah moralitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kependidikan yang bersih dari praktek - praktek KKN di kubu Dinas Pendidikan pada tingkat struktural PEMDA.

Maka di dalam pelaksanaan rotasi/ mutasi hendaknya lebih mengedepan kan kepada profesionalitas ketimbang di kotori oleh hubungan - hubungan (kong kalikong) yang sifatnya bermuatan politik uang (Money Politic) ungkap Nya. :D mantabs beh

Begitu juga kesadaran disiplin nasional sangat dibutuhkan jangan hanya mengejar kesejahteraan sementara etos kerja rusak khususnya bagi aparatur KBB. Terutama dalam optimalisasi penggunaan jam kerja yang efektif dan efisien tidak seperti akhir - akhir ini banyak karyawan/ pegawai yang masih berkeliaran di jalan pada waktu jam kerja bahkan terkesan banyak santainya ketimbang kerjanya. Tegas Siswondo yang katanya memang dia tahu banyak kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung dan KBB.

Lebih jauh ia mengatakan sistem birokrasi KBB hendaknya jangan meniru budaya induk yang kurang baik, dikatakannya juga orang - orang yang menempati Dinas Pendidikan adalah harus dari mereka yang berlatar belakang Pendidikan. Adapun penempatan standarisasi profesi guru yang sedang dan akan di tetapkan di samping menekankan pada spesifikasi bidang keilmuan, juga tidak kalah pentingnya di prioritaskan pada jati diri (karakter) kepribadian yang luhur yang menyangkut pada aspek dedikasi/ jiwa pengabdian yang tidak komersil, keteladanan untuk lingkungan sebagai seorang guru serta memiliki semangat juang tinggi demi kepentingan Nusa, Bangsa dan Agama “harap Siswondo agar pemerintah Kab. Bandung Barat lebih memperhatikan dan meningkatkan kinerja guru serta kinerja Dinas Pendidikan” (HB)

Dikutip dari : Majalah Berseka No. 157 Tahun XII Mei 2009

Palestine oh …….

Author: admin  //  Category: Seputar Bandung

Sungguh memilukan pada bulan tahun baru Isam 2 Muharam 1430 H, rakyat Palestine di timpa musibah. Ribuang nyawa di ujung maut, banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, anak - anak tidak berdosa menjadi korban sungguh kejahatan Perang yang sangat - sangat besar yang dilakukan Israel.

Pelanggaran HAM terbesar terbesar terjadi disini, pedulikah kita baik itu sesama muslim?? ambil tindakan tegas sebagai contoh pemerintah Venezuela melakukan akan mengusir Diploma dari Israel, ini merupakan  ciri suatu negara tersebut berdaulat tidak mau di tindas dan di peralat negara lain.

Salut untuk Venezuela apakah sanggup Indonesia seperti itu, suatu negara besar yang kaya akan hasil bumi dan sumber daya manusia yang banyak :D seharus nya berani kita harus menunjukkan taring lagi, bahwa kita patut di perhitungkan dari segi politis atau dari segi kekuatan seperti dulu.

Karena merunut dari sejarah sebanar nya Israel adalah penjajah mereka mencaplok kawasan tersebut, jadi mereka tidak punya negara ….

Untuk sementara apa yang bisa kita buat? Galang dana untuk Palestine http://save-palestine.blogspot.com/ mudah - mudahan kita bisa meringan kan beban saudara kita yang ada di Palestine amiin …